WeLab Tuntaskan Pendanaan Seri D Senilai US$ 200 Juta, Pendanaan Terbesar yang Diraih Bank Digital di Asia pada 2025

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HONG KONG, 19 Januari 2026 /PRNewswire/ — WeLab, platform teknologi finansial (tekfin) terkemuka yang menjangkau Asia, telah menyelesaikan pendanaan strategis Seri D dengan nilai US$220 juta. Aksi korporasi ini menjadi pendanaan terbesar yang diraih bank digital di Asia pada 2025, serta pendanaan terbesar WeLab sejak pertama kali berdiri. Pencapaian tersebut mencerminkan besarnya kepercayaan investor terhadap visi WeLab dan jalur pertumbuhan yang berskala luas.

Pendanaan ini mencakup instrumen utang dan ekuitas, serta melibatkan berbagai investor baru dengan dukungan investor lama dan mitra strategis, termasuk Prudential Hong Kong Ltd, Fubon Bank (Hong Kong), Hong Kong Investment Corporation (HKIC) (telah diumumkan pada April 2025), TOM Group (investasi lanjutan), Allianz X (investasi lanjutan), dan HSBC.

Pendanaan ini akan mendorong ekspansi WeLab di Asia Tenggara, serta memperkuat status WeLab sebagai pemimpin pasar di Hong Kong melalui ekosistem produk yang lebih lengkap dan beragam serta akuisisi nasabah yang semakin cepat. Di sisi lain, pendanaan ini akan mendukung pengembangan lini bisnis inovatif berbasiskan teknologi canggih, peningkatan berkelanjutan pada produk dan platform, serta peluang akuisisi dan merger strategis. Seluruh inisiatif tersebut menegaskan ambisi WeLab untuk berkembang sebagai bank digital berskala regional yang terdepan di Asia dan mengubah masa depan layanan keuangan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendanaan ini juga akan mendukung implementasi visi AI WeLab yang baru diumumkan, termasuk kemitraan strategis dengan Google yang berfokus pada AI guna mendorong inovasi perbankan digital di Asia. Investasi tersebut akan mempercepat pengembangan agen AI canggih, fitur-fitur hyper-personalization, serta pendekatan pemasaran modern untuk mewujudkan pengalaman nasabah yang lebih menarik dan kinerja bisnis yang lebih efisien.

Didukung status WeLab sebagai pemimpin pasar di Hong Kong—WeLab menjadi bank digital terbesar berdasarkan pendapatan di Hong Kong dan tercantum dalam jajaran 20 Bank Digital Terbaik Dunia versi Euromoney—WeLab Bank sukses meraih berbagai penghargaan industri sepanjang 2025. Penghargaan tersebut antara lain "Best Digital Bank for Consumers – Hong Kong" di ajang Euromoney Awards for Excellence 2025, serta "Best Digital Bank – Hong Kong" dan "Best Bank for Financial Inclusion – Hong Kong" dari FinanceAsia Awards 2025. Implementasi AI akan menentukan skala bisnis, keberagaman produk, dan inovasi berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan solusi AI mutakhir, WeLab siap membuat standar baru dalam sektor perbankan digital di Hong Kong, termasuk melalui Bank Saqu di Indonesia, dan kawasan Asia secara luas.

Simon Loong, Founder & Group CEO, WeLab, berkata, "Selain beroperasi di tiga pasar, serta mengelola dua bank digital di Hong Kong dan Indonesia, WeLab telah membangun skala bisnis dan menguasai pengalaman operasional. Fondasi ini, terbukti dari pertumbuhan nasabah yang pesat dan kepemimpinan pasar, mendukung WeLab menangkap peluang baru, mempercepat ekspansi, dan berinovasi dengan cepat. Di tengah lanskap yang dinamis, kami berada pada momentum terbaik dan memiliki skala terbaik untuk memimpin babak berikutnya dalam sektor perbankan digital di Asia."

Tentang WeLab

WeLab, platform teknologi finansial (tekfin) terkemuka yang menjangkau Asia, mengelola dua bank digital serta berbagai layanan keuangan daring, serta menjadi pemimpin pasar di Hong Kong, Tiongkok Daratan, dan Indonesia. WeLab melayani lebih dari 70 juta nasabah individu dan lebih dari 700 nasabah korporasi. WeLab memanfaatkan teknologi inovatif untuk membantu nasabah mengakses kredit, menabung, dan memperoleh layanan keuangan yang lebih baik.

Didukung teknologi manajemen risiko yang dikembangkan secara mandiri, teknik komputasi privasi yang telah dipatenkan, dan fitur-fitur AI canggih, WeLab menyediakan solusi pembiayaan konsumen berbasiskan teknologi seluler dan layanan perbankan digital bagi nasabah ritel, serta solusi teknologi bagi pelanggan korporasi.

WeLab beroperasi di tiga pasar melalui sejumlah merek utama, termasuk WeLend dan WeLab Bank di Hong Kong, berbagai lini bisnis di Tiongkok Daratan, serta Bank Saqu di Indonesia.

WeLab didukung oleh sejumlah investor terkemuka dunia, antara lain Allianz X, China Construction Bank International, International Finance Corporation, pengelola aset negara (sovereign wealth fund) Malaysia Khazanah Nasional Berhad, TOM Group, dan Sequoia Capital.

Informasi selengkapnya: www.welab.co, atau akun WeLab di LinkedIn dan Facebook.

Narahubung media: 
WeLab Group Communications Team
Surel: pr@welab.co

Berita Terkait

AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama
Southeast Asia Blockchain Week Kembali ke Bangkok untuk Edisi Ketiga
Dahua Technology Luncurkan WizColor 2.0, Tingkatkan Solusi Pemantauan Berwarna di Kondisi Minim Cahaya
Risen Energy Raih Pesanan Modul HJT 1,2 GW dari China Huaneng Group, Semakin Memperkuat Posisinya sebagai Pemimpin Industri
Fortune perluas kepemimpinan di Asia dengan Direktur Editorial dan Kepala Brand Studio baru
Laporan GSMA Mendesak Jepang Agar Berani Mengubah Keunggulan Teknis Menjadi Kepemimpinan Digital Global

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 09:26 WIB

AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026

Kamis, 16 April 2026 - 09:01 WIB

Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang

Kamis, 16 April 2026 - 02:30 WIB

Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama

Kamis, 16 April 2026 - 01:00 WIB

Southeast Asia Blockchain Week Kembali ke Bangkok untuk Edisi Ketiga

Kamis, 16 April 2026 - 00:21 WIB

Dahua Technology Luncurkan WizColor 2.0, Tingkatkan Solusi Pemantauan Berwarna di Kondisi Minim Cahaya

Berita Terbaru