Setelah Ekspansi ke Pasar Baru, Apa Langkah Berikutnya?

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 2 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ajang Land-Sea Economic Forum 2026 Bahas Strategi Lokalisasi

KUALA LUMPUR, Malaysia, 3 Agustus 2026 /PRNewswire/ — Artikel berita dari iChongqing:

Hampir 200 perwakilan pemerintah, pelaku usaha, sektor keuangan, lembaga pemikir, dan media asal Tiongkok serta Malaysia berkumpul dalam ajang Land-Sea Economic Forum 2026  yang digelar di Kuala Lumpur pada 30 Juli lalu. Ajang ini mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari transformasi industri berbasis kecerdasan buatan (AI), investasi lintasnegara, pengembangan konten digital, hingga strategi lokalisasi sebagai langkah lanjutan setelah perusahaan berekspansi ke pasar baru. Ajang tersebut turut diliput oleh sejumlah media, antara lain Sin Chew Daily dan Together Media.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ajang ini digelar atas arahan Dinas Informasi Pemerintah Kota Chongqing dan diselenggarakan oleh Western International Communication Organization (WCICO). Selain memperkuat kerja sama di bidang kecerdasan buatan dan mendorong pemanfaatan New International Land-Sea Trade Corridor (ILSTC), ajang ini juga mempererat kolaborasi antara Chongqing, Malaysia, dan negara-negara ASEAN di sektor industri, teknologi, keuangan, maupun pertukaran budaya.

YB Senator Datuk Nur Jazlan bin Tan Sri Mohamed, Wakil Ketua Senat Malaysia, menyampaikan bahwa Malaysia dan Tiongkok bagian barat tengah membangun koridor kerja sama teknologi dan perdagangan baru seiring dengan perubahan lanskap perdagangan Asia yang semakin ditopang konektivitas fisik dan teknologi digital. Menurutnya, ILSTC telah memangkas waktu pengiriman barang dari Tiongkok bagian barat ke sejumlah pelabuhan di Asia Tenggara dari hitungan minggu menjadi hanya beberapa hari. Di sisi lain, pemanfaatan AI turut meningkatkan efisiensi logistik, mempercepat proses kepabeanan, memperkuat pengelolaan kepatuhan regulasi, serta mengoptimalkan alokasi modal.

YB Senator Datuk Nur Jazlan bin Tan Sri Mohamed, Deputy President of Senate in the Parliament of Malaysia, delivers opening remarks. (Photo/WCICO)
YB Senator Datuk Nur Jazlan bin Tan Sri Mohamed, Deputy President of Senate in the Parliament of Malaysia, delivers opening remarks. (Photo/WCICO)

Sementara itu, Dato’ Andrew Goh Boon Kim, Deputy President, Federation of Malaysian Manufacturing, menilai, AI berperan penting meningkatkan visibilitas sekaligus ketahanan rantai pasok. Senada dengan hal tersebut, Prof. Chee Seng Chan dari University of Malaya menegaskan bahwa AI baru mampu menciptakan nilai ekonomi jika penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing pasar. Sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi digital tersebut, Encik Ir. Wan Murdani Wan Mohamad dari Malaysia Digital Economy Corporation memperkenalkan strategi nasional "Malaysia AI". Ia turut mengundang perusahaan-perusahaan asal Tiongkok untuk memanfaatkan Malaysia sebagai basis pengembangan bisnis di kawasan Asia Tenggara.

Dalam ajang tersebut, WCICO bersama Center for Advanced Studies & Research juga meresmikan Bridging News Kuala Lumpur Station, meluncurkan laporan yang mengulas strategi untuk memperdalam lokalisasi bagi perusahaan asal Chongqing dan Malaysia, serta memperluas ekspansi di pasar ASEAN.

Senior Researcher Dr. Chang Peng Kee yang memaparkan hasil kajian tersebut menegaskan bahwa lokalisasi produksi dan penguatan merek menjadi kunci untuk meraih pertumbuhan jangka panjang di ASEAN. "Kami tidak sekadar hadir di Malaysia, namun juga tumbuh dan berkembang bersama Malaysia," ujarnya.

Pesan serupa juga mengemuka dalam berbagai sesi diskusi tentang mobilitas cerdas, konten digital, dan strategi globalisasi. Lee Heng Guie, Executive Director, Socio-Economic Research Centre, mendorong perusahaan-perusahaan asal Tiongkok untuk menjadi bagian dari rantai pasok Malaysia dengan menggandeng pemasok lokal serta membangun kemitraan jangka panjang melalui penciptaan lapangan kerja dan alih teknologi.

Berita Terkait

HUAWEI eKit Luncurkan Intelligent Office Solution 2.0, Hadirkan Akses Teknologi Cerdas bagi UKM
Manfaatkan Setiap Sinar Matahari, Terangi Wilayah yang Belum Dialiri Listrik: Global Low-Carbon Industry Forum 2026 Bahas Solusi guna Menutup Kesenjangan Akses Listrik
EyeROV: Startup Deep-Tech India Pamerkan Drone Bawah Airnya kepada Para Pemimpin Dunia
Xinhua Silk Road: Tiongkok Buka Kanal Utama dari Sungai ke Laut, Ciptakan Jalur Pintas Perdagangan ke Asia Tenggara
Seminar Internasional APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI
Program MBA SMU Raih Peringkat Ketiga di Asia dalam QS Global MBA Rankings 2027
INVT Hadirkan Solusi Kelistrikan dan Liquid Cooling untuk Modernisasi Pusat Data di Ajang Data Centre World Asia 2026
Zhou Jianjun dari Huawei: Membangun Solusi AIDC Grid-Interactive untuk Memaksimalkan Token per Watt

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:31 WIB

HUAWEI eKit Luncurkan Intelligent Office Solution 2.0, Hadirkan Akses Teknologi Cerdas bagi UKM

Jumat, 18 September 2026 - 08:27 WIB

Manfaatkan Setiap Sinar Matahari, Terangi Wilayah yang Belum Dialiri Listrik: Global Low-Carbon Industry Forum 2026 Bahas Solusi guna Menutup Kesenjangan Akses Listrik

Jumat, 18 September 2026 - 06:26 WIB

EyeROV: Startup Deep-Tech India Pamerkan Drone Bawah Airnya kepada Para Pemimpin Dunia

Jumat, 18 September 2026 - 02:43 WIB

Xinhua Silk Road: Tiongkok Buka Kanal Utama dari Sungai ke Laut, Ciptakan Jalur Pintas Perdagangan ke Asia Tenggara

Jumat, 18 September 2026 - 01:25 WIB

Seminar Internasional APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI

Berita Terbaru

Pers Rilis

Seminar Internasional APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI

Jumat, 18 Sep 2026 - 01:25 WIB