Kishore Mahbubani: Zhuhai Tampilkan Visi tentang Kota Masa Depan

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUANGZHOU, Tiongkok, 31 Desember 2025 /PRNewswire/ — Artikel berita dari South:

 

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Saat berkunjung ke Zhuhai, saya memiliki pengalaman yang sangat memukau."

Demikian kesan Kishore Mahbubani, akademisi ternama dan mantan duta besar Singapura untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ketika menggambarkan kunjungannya baru-baru ini ke kota yang berada di Tiongkok Selatan tersebut dalam serial "Inside China" dari South.

Mulai dari melihat langsung penerbangan di ruang udara rendah hingga mengamati kerja sama antara Tiongkok Daratan dan Makau, Mahbubani menilai bahwa industri-industri baru di Zhuhai—terutama sektor ekonomi di ruang udara rendah —memberikan kesan yang paling mendalam.

"Dalam berbagai bidang, teknologi buatan Tiongkok kini berada di posisi nomor satu," ujarnya.

Di Pangkalan Logistik Pesawat Tanpa Awak Tangjia, Mahbubani melihat penggunaan pesawat tanpa awak (drone) untuk inspeksi pulau, pemadaman kebakaran, akuakultur, dan logistik. Ia juga menyaksikan demo pesawat listrik yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal (eVTOL) ketika mengangkut penumpang.

Ia sangat terkesan saat mempelajari bahwa EHang telah menjadi perusahaan pertama di dunia yang memperoleh sertifikasi kelaikan udara komersial untuk pesawat eVTOL tanpa awak yang mengangkut penumpang. Pesawat tersebut kini telah memperoleh izin operasi komersial, bahkan diekspor ke berbagai pasar luar negeri.

Sejumlah industri baru di Zhuhai, salah satu kawasan ekonomi khusus pertama di Tiongkok yang berdiri pada 1980, telah berkembang pesat, digerakkan oleh sektor ekonomi di ruang udara rendah. Zhuhai memiliki lebih dari 75 perusahaan terkait dan telah meluncurkan sistem manajemen ruang udara rendah lintasbatas versi 2.0 yang pertama di Tiongkok, mencakup sekitar 3.600 kilometer persegi di wilayah Teluk Raya Guangdong–Hong Kong–Makau.

Selain sejumlah industri baru, Mahbubani juga meninjau transformasi di sektor manufaktur konvensional.

Di Gree Electric Appliances (Zhuhai Jinwan) Co., Ltd., otomatisasi telah meningkatkan efisiensi secara signifikan, sedangkan ekspor tetap tumbuh pada tahun ini meski kenaikan tarif diberlakukan Amerika Serikat.

Menurut Chen Huadong, General Manager di salah satu anak usaha Jinwan, lebih dari 70% penjualan Gree di pasar luar negeri merupakan kontribusi dari merek milik sendiri, terutama produk-produk yang telah disesuaikan untuk berbagai iklim—mulai dari suhu panas ekstrem di Timur Tengah hingga suhu di bawah nol di Eropa Utara.

"Saya sangat terpukau ketika berkunjung ke Gree," kata Mahbubani.

Destinasi lain dalam perjalanan Mahbubani adalah Hengqin, Kawasan Kerja sama Guangdong–Makau yang telah mendukung diversifikasi ekonomi Makau. Saat ini, puluhan ribu penduduk serta banyak perusahaan yang didanai Makau telah beroperasi di kawasan tersebut.

Mengenai kunjungannya, Mahbubani berkata bahwa skala perubahan yang telah terjadi di Zhuhai sangat luar biasa, bahkan bagi sosok yang telah lama mengamati perkembangan Tiongkok. "Dunia telah berubah," ujarnya. "Orang-orang harus datang dan menyaksikan langsung perubahan tersebut."

Berita Terkait

AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama
Southeast Asia Blockchain Week Kembali ke Bangkok untuk Edisi Ketiga
Dahua Technology Luncurkan WizColor 2.0, Tingkatkan Solusi Pemantauan Berwarna di Kondisi Minim Cahaya
Risen Energy Raih Pesanan Modul HJT 1,2 GW dari China Huaneng Group, Semakin Memperkuat Posisinya sebagai Pemimpin Industri
Fortune perluas kepemimpinan di Asia dengan Direktur Editorial dan Kepala Brand Studio baru
Laporan GSMA Mendesak Jepang Agar Berani Mengubah Keunggulan Teknis Menjadi Kepemimpinan Digital Global

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 09:26 WIB

AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026

Kamis, 16 April 2026 - 09:01 WIB

Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang

Kamis, 16 April 2026 - 02:30 WIB

Kekurangan tenaga kerja dan risiko penggajian menghambat pertumbuhan bisnis: Remote menemukan bahwa 72% bisnis di seluruh dunia telah gagal mencapai target-target utama

Kamis, 16 April 2026 - 01:00 WIB

Southeast Asia Blockchain Week Kembali ke Bangkok untuk Edisi Ketiga

Kamis, 16 April 2026 - 00:21 WIB

Dahua Technology Luncurkan WizColor 2.0, Tingkatkan Solusi Pemantauan Berwarna di Kondisi Minim Cahaya

Berita Terbaru