Indonesia Kritik Pertemuan yang Diselenggarakan Thailand yang Undang Menlu ASEAN dan Junta Myanmar.

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 20 Juni 2023 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Khusus Menlu RI untuk Diplomasi Kawasan Ngurah Swajaya. (Dok. Kominfo.go.id)

Staf Khusus Menlu RI untuk Diplomasi Kawasan Ngurah Swajaya. (Dok. Kominfo.go.id)

HAIUPDATE.COM – Pemerintah Indonesia mengkritik pertemuan yang diselenggarakan Thailand dengan mengundang seluruh menteri luar negeri negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan junta Myanmar.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Thailand menjadi tuan rumah pertemuan yang ditujukan untuk melibatkan kembali ASEAN dengan junta Myanmar.

Pertemuan di Pattaya pada 18-19 Juni 2023 itu mengundang para menteri luar negeri ASEAN, dan dihadiri oleh menteri luar negeri yang ditunjuk junta Myanmar, Than Swe.

Namun, tidak ada menlu ASEAN yang hadir dalam pertemuan itu, termasuk menteri luar negeri Indonesia.

Pendekatan Thailand hanya dengan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik politik di Myanmar, telah menyalahi mandat Konsensus Lima Poin ASEAN.

Baca artikel menarik lainnya, di sini: PDI Perjuangan Tanggapi Relawan Jokowi yang Deklarasi Beri Dukungan untuk Prabowo Subianto di 2024

“Kalau satu negara melakukan inisiatif ya silakan saja, itu hak negara itu,” kata Staf Khusus Menlu RI untuk Diplomasi Kawasan Ngurah Swajaya.

“Tetapi kalau bicara dalam konteks ASEAN, kita punya aturan main yang harus diperhatikan,” kata Ngurah dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 19 Juni 2023.

Aturan main yang dia maksud merujuk kepada Konsensus Lima Poin dan hasil beberapa KTT ASEAN.

Yang ditujukan untuk membantu penyelesaian krisis di Myanmar yang dipicu kudeta militer terhadap pemerintahan terpilih negara itu pada Februari 2021.

“Dalam satu organisasi kalau ada perdebatan atau perbedaan pendapat itu hal biasa.”

“Tetapi harus dilihat bahkan dalam KTT Labuan Bajo yang lalu ada kesepakatan di antara para pemimpin ASEAN bahwa Konsensus Lima Poin masih menjadi acuan,” tutur Ngurah.

Dia menegaskan bahwa menurut konsensus tersebut, pendekatan dengan semua pemangku kepentingan di Myanmar harus dilakukan.

Guna mendorong dialog inklusif secara nasional untuk mencari solusi damai di Myanmar.

Indonesia sebagai ketua ASEAN tahun ini disebutnya telah konsisten menjalankan mandat konsensus dengan menjalin komunikasi dengan hampir semua pihak di Myanmar.

Termasuk Dewan Administrasi Negara (SAC) atau junta militer yang secara de facto memerintah di Myanmar serta Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) yang adalah pemerintah Myanmar bentukan oposisi.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

“Penyelesaian melalui dialog yang inklusif adalah satu-satunya cara agar perdamaian yang tercipta di Myanmar bisa berkelanjutan dan langgeng,” tutur Ngurah.***

Berita Terkait

Daftar Lengkap Susunan Kabinet Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, Berdasarkan Poster Viral
Jasasiaranpers.com Mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Pasangan Prabowo – Gibran di Pemilu 2024
Sebut Gagasan Awal Presiden Pertama Bung Karno, Ahok: Ibu Kota Baru Indonesia Mestinya di Kalteng.
Cuaca Hari Ini: Hujan dengan Intensitas Sedang Diprakirakan Terjadi di Kota Semarang dan Yogyakarta
Ini yang Dilakukan Polisi Sebelum Periksa Butet Kartaredjasa, Kasus Dugaan Penghinaan Presiden Jokowi
Kadin dan BNSP Resmi Teken Nota Kesepahaman: Dorong Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja
KPK Beri Tanggapan Usai Mantan Wamenkumham Eddy Hiariej Lolos dari Jeratan Hukum Kasus Korupsi
Polisi Tangkap Pelaku di Bekasi, Tipu Wanita Malam di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:55 WIB

Daftar Lengkap Susunan Kabinet Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, Berdasarkan Poster Viral

Jumat, 9 Februari 2024 - 12:46 WIB

Sebut Gagasan Awal Presiden Pertama Bung Karno, Ahok: Ibu Kota Baru Indonesia Mestinya di Kalteng.

Rabu, 7 Februari 2024 - 13:23 WIB

Cuaca Hari Ini: Hujan dengan Intensitas Sedang Diprakirakan Terjadi di Kota Semarang dan Yogyakarta

Selasa, 6 Februari 2024 - 11:34 WIB

Ini yang Dilakukan Polisi Sebelum Periksa Butet Kartaredjasa, Kasus Dugaan Penghinaan Presiden Jokowi

Senin, 5 Februari 2024 - 17:32 WIB

Kadin dan BNSP Resmi Teken Nota Kesepahaman: Dorong Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja

Kamis, 1 Februari 2024 - 16:08 WIB

KPK Beri Tanggapan Usai Mantan Wamenkumham Eddy Hiariej Lolos dari Jeratan Hukum Kasus Korupsi

Selasa, 30 Januari 2024 - 15:03 WIB

Polisi Tangkap Pelaku di Bekasi, Tipu Wanita Malam di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta

Sabtu, 27 Januari 2024 - 16:18 WIB

TKW dari Atambua yang Bebas dari Hukuman Mati, Wilfrida Soik: Pak Prabowo seperti Malaikat

Berita Terbaru