- Formasi lima pesawat eVTOL: Terdiri atas satu V5000 berbobot 5 ton dan empat pesawat eVTOL berbobot 2 ton dari tiga model berbeda.
- Terbang selama 47 menit: Menempuh jarak lebih dari 133 km dengan seluruh pesawat beroperasi secara otonom.
- Koordinasi penerbangan canggih: Memperlihatkan kemampuan pengendalian otomatis dan pengaturan jarak aman antarpesawat dengan model dan bobot berbeda.
SUZHOU, Tiongkok, 6 November 2026 /PRNewswire/ — AutoFlight mencatat sejarah sebagai perusahaan pertama di dunia yang berhasil menerbangkan lima pesawat eVTOL secara bersamaan dalam sebuah formasi. Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan teknologi koordinasi penerbangan multipesawat dan industri penerbangan listrik.
Demonstrasi ini berlangsung pada 31 Oktober dan 1 November di Pangkalan Uji Terbang Bailian Lake milik AutoFlight di Kunshan, Tiongkok. Acara tersebut dihadiri perwakilan alumni Stanford Executive Program (SEP) dari Stanford Graduate School of Business, pelaku industri eVTOL dari berbagai negara, serta pelanggan dan mitra AutoFlight. Para tamu juga berkesempatan mengunjungi Sunship, fasilitas vertiport ramah lingkungan berbasis perairan milik AutoFlight di Danau Dianshan, serta menyaksikan penerbangan formasi dari tepi danau. https://www.youtube.com/watch?v=EYNWS1N2Mk0
Formasi tersebut melibatkan satu V5000 Matrix berbobot 5 ton dan empat pesawat eVTOL berbobot 2 ton dari tiga model, yakni V5000 Matrix, V2000CG CarryAll untuk angkutan kargo, dan V2000CGF CarryAll untuk pemadaman kebakaran. Kelima pesawat terbang bersama secara terkoordinasi selama 47 menit. Pesawat yang memimpin formasi ini, V5000, menempuh jarak lebih dari 133 km. Seluruh penerbangan berlangsung secara otonom tanpa campur tangan pilot.
Meski menghadapi angin kencang pada 1 November, kelima pesawat tetap terbang stabil dan menjaga jarak aman, baik secara horizontal maupun vertikal. Mengatur penerbangan bersama pesawat dengan ukuran dan fungsi berbeda membutuhkan perencanaan rute, pengendalian penerbangan, komunikasi, dan manajemen keselamatan yang presisi.
Setelah menggelar demonstrasi penerbangan formasi tiga pesawat pada Mei 2026, AutoFlight kini mencatat kemajuan dalam mengoordinasikan beberapa model eVTOL dengan bobot berbeda. Pencapaian ini juga memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam mengoperasikan beberapa pesawat secara otonom. Teknologi tersebut menjadi landasan bagi pengembangan jaringan transportasi udara dengan ketinggian rendah yang menghubungkan rute jarak jauh, regional, hingga perjalanan tahap akhir (last mile).
Seiring mengembangkan konsep Advanced Air Mobility (AAM), AutoFlight juga menjajaki cara menghubungkan transportasi udara dan laut melalui pesawat eVTOL serta platform seperti Sunship. Upaya ini menjadi bagian dari visi perusahaan untuk menghadirkan sistem transportasi yang saling terhubung.









